
Gowa, 28 Januari 2026 – GPM Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar Workshop Penguatan Bahan Ajar berbasis kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Bertempat di Ruang Senat FAH, kegiatan ini berlangsung selama dua hari pada 27-28 Januari 2026 sebagai langkah strategis dalam meningkatkan standar mutu akademik jurusan.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Prof. Dr. Muhammad Yusuf, M.Pd.I, yang hadir mewakili pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa bahan ajar harus menjadi instrumen yang adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa di era digital. Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite Penjaminan Mutu (KPM) FAH, Dr. Syamhari, A.Ma., S.Pd., M.Pd., dalam sambutan pertama menggarisbawahi pentingnya sinkronisasi antara perencanaan pembelajaran dengan dokumen mutu yang berlaku.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli, Dr. Abdul Rahman, S.Pd., M.Si., CGRM, dengan dipandu oleh moderator Dr. Purnama Cahya, S.Pd., M.Pd. Fokus utama kegiatan tidak hanya pada penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan CPMK, tetapi juga pada transformasi metode pembelajaran menuju Student-Centered Learning (SCL).
Integrasi SCL dan Pemanfaatan Teknologi Berbeda dengan sekadar penyusunan teks, workshop kali ini mendorong para dosen Prodi Bahasa dan Sastra Arab untuk menjadikan bahan ajar sebagai panduan aktivitas yang interaktif. Penggunaan teknologi pembelajaran seperti Learning Management System (LMS) dan sumber belajar digital menjadi poin utama dalam diskusi intensif selama dua hari tersebut.
“Dosen didorong untuk tidak lagi sekadar memindahkan teks ke slide, melainkan mengintegrasikan media digital agar pembelajaran lebih fleksibel dan berpusat pada mahasiswa,” jelas Dr. Abdul Rahman saat memaparkan materi.
Dampak pada Penjaminan Mutu (SPMI) Output dari workshop ini adalah lahirnya dokumen bahan ajar yang sistematis dan selaras dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Secara institusional, penguatan ini berdampak langsung pada penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan kesiapan program studi dalam menghadapi standar akreditasi.
Dengan adanya keterlibatan aktif dari Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Prodi BSA, diharapkan budaya mutu di lingkungan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab semakin kokoh, menciptakan ekosistem akademik yang kritis, analitis, dan relevan dengan tantangan zaman.
Editor: Dr. Syamhari, A.Ma., S.Pd., M.Pd., Muhammad Syafii Qur’ani, S.Kom.
Keywords: Komite Penjaminan Mutu Fakultas Adab dan Humaniora, Kurikulum OBE, Gugus Penjaminan Mutu, Prodi Bahasa dan Sastra Arab
