
Gowa, 30 Januari 2026 – Komite Penjaminan Mutu (KPM) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar menggelar pertemuan intensif dalam rangka Penyusunan Instrumen Monitoring dan Evaluasi (Monev) Mutu Akademik dan Non-Akademik bagi Gugus Penjaminan Mutu (GPM) Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI). Kegiatan ini berlangsung pada 29-30 Januari 2026 bertempat di Ruang KPM FAH.
Dipimpin langsung oleh Ketua KPM, Dr. Syamhari, A.Ma., S.Pd., M.Pd., penyusunan instrumen ini dihadiri oleh anggota KPM, jajaran dosen, serta tim GPM Prodi SPI. Fokus utama pertemuan ini adalah memastikan bahwa instrumen yang digunakan untuk mengukur mutu di tingkat prodi memiliki indikator yang jelas, terukur, dan selaras dengan standar mutu perguruan tinggi.
Dr. Syamhari menjelaskan bahwa instrumen ini bukan sekadar formulir administratif, melainkan alat kendali untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan tata kelola prodi secara berkelanjutan. “Kita ingin memastikan setiap aspek, mulai dari penelitian hingga layanan administrasi, memiliki standar evaluasi yang objektif,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Empat Instrumen Kunci Hasil Monev Berdasarkan hasil evaluasi selama dua hari, kegiatan ini berhasil memfinalisasi empat instrumen utama yang telah dinyatakan memenuhi prinsip dasar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), yaitu:
- Instrumen Monev Penelitian: Mengukur produktivitas dan kualitas riset dosen dan mahasiswa.
- Instrumen Monev Pengabdian kepada Masyarakat (PkM): Menilai dampak sosial dari kegiatan akademik.
- Instrumen Monev Sarana Pembelajaran: Memastikan ketersediaan media dan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.
- Instrumen Monev Layanan Administrasi: Fokus pada efektivitas penerbitan Surat Keputusan (SK) pembimbing.
Mendukung Budaya Mutu Berkelanjutan Hasil akhir dari penyusunan ini menunjukkan bahwa indikator yang dirumuskan berada pada kategori Baik dan Layak untuk diimplementasikan. Instrumen yang sistematis ini diharapkan mampu mendukung siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) secara lebih kuat di tingkat program studi.
Dengan rampungnya instrumen ini, Prodi Sejarah Peradaban Islam kini memiliki perangkat evaluasi internal yang tangguh untuk mendukung penguatan tata kelola mutu dan pemenuhan standar akreditasi di masa mendatang.
Editor: Dr. Syamhari, A.Ma., S.Pd., M.Pd., Muhammad Syafii Qur’ani, S.Kom.
Keywords: KPM FAH UIN Alauddin Makassar, Monitoring dan Evaluasi Mutu, Prodi Sejarah Peradaban Islam, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
