{"id":3240,"date":"2025-11-13T05:28:19","date_gmt":"2025-11-13T05:28:19","guid":{"rendered":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?p=3240"},"modified":"2025-11-13T05:28:19","modified_gmt":"2025-11-13T05:28:19","slug":"dr-nahdhiyah-angkat-peran-perempuan-sebagai-penjaga-alam-di-konferensi-internasional-iclc-6-unhas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?p=3240","title":{"rendered":"Dr. Nahdhiyah angkat Peran Perempuan sebagai Penjaga Alam di Konferensi Internasional ICLC-6 Unhas"},"content":{"rendered":"\n<div class=\"wp-block-stackable-image stk-block-image stk-block stk-b32f176\" data-block-id=\"b32f176\"><style>.stk-b32f176{padding-top:30px !important}<\/style><figure class=\"stk-img-wrapper stk-image--shape-stretch\"><img loading=\"lazy\" class=\"stk-img wp-image-3242\" src=\"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png\" width=\"1625\" height=\"923\" srcset=\"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png 1625w, https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-300x170.png 300w, https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1024x582.png 1024w, https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-768x436.png 768w, https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1536x872.png 1536w\" sizes=\"(max-width: 1625px) 100vw, 1625px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Makassar, 12 November 2025 \u2014 Salah satu sorotan menarik dalam International Conference on Linguistics and Cultural Studies ke-6 (ICLC-6) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin adalah pemaparan dari Dr. Nahdhiyah, S.S., M.Pd., dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Dalam sesi paralel, ia membawakan makalah berjudul \u201cWomen as Guardians of Nature: An Ecofeminist Reading of The Overstory.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><br>Melalui penelitiannya, Dr. Nahdhiyah mengungkapkan bagaimana perempuan memiliki potensi besar sebagai penjaga alam dan agen penting dalam advokasi serta pelestarian lingkungan. Melalui fitrahnya sebagai ciptaan Allah, perempuan memiliki kapasitas alami dalam menjaga dan melestarikan alam. Pendekatan ecofeminism yang ia gunakan menyoroti hubungan erat antara perempuan dan alam, serta bagaimana keduanya sama-sama menghadapi tekanan dari sistem sosial yang patriarkal.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Konferensi Bertaraf Internasional tahun ini mengusung tema \u201cMultidisciplinary Perspectives on Language, Literature, Culture, and Teaching: Challenges and Innovations.\u201d Acara berlangsung secara hybrid\u2014baik daring maupun luring\u2014di Aula Prof. Mattulada, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini menghadirkan para keynote speaker dari sejumlah universitas ternama dunia, antara lain University of Malaya (Malaysia), Walailak University (Thailand), Nanchang University (Cina), dan University of Tsukuba (Jepang). Dari Indonesia, turut menjadi pembicara kunci para akademisi dari Universitas Mataram, Universitas Diponegoro, Universitas Pendidikan Indonesia, serta Universitas Hasanuddin yang sekaligus menjadi penyelenggara utama konferensi ini<\/p>\n\n\n\n<p><br>Konferensi dibuka secara resmi oleh Prof. Drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. \u201cKegiatan seperti ini menjembatani berbagai bidang ilmu agar kita dapat melihat masalah masyarakat secara holistik. Keilmuan tidak berhenti pada teori saja, tetapi juga dapat digunakan untuk mengaproksimasi persoalan nyata di masyarakat,\u201d ujarnya.<br>ICLC-6 juga diikuti oleh pemakalah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang memperkuat semangat multidisiplin yang menjadi inti\u00a0konferensi\u00a0ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Dr. Sardian Maharani Asnur, S.Pd., M.Pd., Aulia Inayah<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makassar, 12 November 2025 \u2014 Salah satu sorotan menarik dalam International Conference on Linguistics and Cultural Studies ke-6 (ICLC-6) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin adalah pemaparan dari Dr. Nahdhiyah, S.S., M.Pd., dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Dalam sesi paralel, ia membawakan makalah berjudul \u201cWomen as Guardians of Nature: An Ecofeminist Reading of The Overstory.\u201d Melalui penelitiannya, Dr. Nahdhiyah mengungkapkan bagaimana perempuan memiliki potensi besar sebagai penjaga alam dan agen penting dalam advokasi serta pelestarian lingkungan. Melalui fitrahnya sebagai ciptaan Allah, perempuan memiliki kapasitas alami dalam menjaga dan melestarikan alam.\u2026<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3242,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[14],"tags":[],"blocksy_meta":{"styles_descriptor":{"styles":{"desktop":"","tablet":"","mobile":""},"google_fonts":[],"version":4}},"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png",1625,923,false],"thumbnail":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-150x150.png",150,150,true],"medium":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-300x170.png",300,170,true],"medium_large":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-768x436.png",768,436,true],"large":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1024x582.png",1024,582,true],"1536x1536":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1536x872.png",1536,872,true],"2048x2048":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png",1625,923,false]},"post_excerpt_stackable":"<p>Makassar, 12 November 2025 \u2014 Salah satu sorotan menarik dalam International Conference on Linguistics and Cultural Studies ke-6 (ICLC-6) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin adalah pemaparan dari Dr. Nahdhiyah, S.S., M.Pd., dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Dalam sesi paralel, ia membawakan makalah berjudul \u201cWomen as Guardians of Nature: An Ecofeminist Reading of The Overstory.\u201d Melalui penelitiannya, Dr. Nahdhiyah mengungkapkan bagaimana perempuan memiliki potensi besar sebagai penjaga alam dan agen penting dalam advokasi serta pelestarian lingkungan. Melalui fitrahnya sebagai ciptaan Allah, perempuan memiliki kapasitas alami dalam menjaga dan melestarikan alam.&hellip;<\/p>\n","category_list":"<a href=\"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?cat=14\" rel=\"category\">SPMI<\/a>","author_info":{"name":"admin_kpm_fah","url":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?author=1"},"comments_num":"0 comments","featured_image_urls_v2":{"full":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png",1625,923,false],"thumbnail":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-150x150.png",150,150,true],"medium":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-300x170.png",300,170,true],"medium_large":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-768x436.png",768,436,true],"large":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1024x582.png",1024,582,true],"1536x1536":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1-1536x872.png",1536,872,true],"2048x2048":["https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Screenshot-2025-11-12-092232-min-1.png",1625,923,false]},"post_excerpt_stackable_v2":"<p>Makassar, 12 November 2025 \u2014 Salah satu sorotan menarik dalam International Conference on Linguistics and Cultural Studies ke-6 (ICLC-6) yang digelar oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin adalah pemaparan dari Dr. Nahdhiyah, S.S., M.Pd., dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Dalam sesi paralel, ia membawakan makalah berjudul \u201cWomen as Guardians of Nature: An Ecofeminist Reading of The Overstory.\u201d Melalui penelitiannya, Dr. Nahdhiyah mengungkapkan bagaimana perempuan memiliki potensi besar sebagai penjaga alam dan agen penting dalam advokasi serta pelestarian lingkungan. Melalui fitrahnya sebagai ciptaan Allah, perempuan memiliki kapasitas alami dalam menjaga dan melestarikan alam.&hellip;<\/p>\n","category_list_v2":"<a href=\"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?cat=14\" rel=\"category\">SPMI<\/a>","author_info_v2":{"name":"admin_kpm_fah","url":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/?author=1"},"comments_num_v2":"0 comments","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3240"}],"collection":[{"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3240"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3240\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3243,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3240\/revisions\/3243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3240"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3240"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kpm.fah.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3240"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}