TIM AMI LPM Gelar Assesment MUTU Jurusan BSI FAH

Makassar, 6 November 2025 – Tim asesor audit mutu internal (AMI) Dr. Hj. Dwi Santy Damayanti, SKm, M.Kes melakukan audit AMI pada Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Tim AMI melakukan penilaian terkait RPS, kedalaman matakuliah dan mutu pembelajaran. Kegiatan audit mutu yang meliputi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut berlangsung di ruang Jurusan BSI, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin, Kamis (6/11).
Ketua Jurusan BSI FAH UINAM Dr. Rosmatami mengatakan bahwa audit mutu merupakan bagian dari masukan bagi jurusan dalam memperbaiki kinerja tri dharma ditingkat jurusan.

“Kegiatan semacam ini merupakan cara untuk memperdalam penerapan pembelajaran OBE dan planning jurusan kedepan,”kata Rosmatami.

Kegiatan audit AMI dihadiri oleh Ketua GPM Jurusan BSI Dr Nahdiyah M.Pd, anggota GPM Dr. Muhammad Taufik, S.S., M.Hum dan Purnama M.Pd, P.hD. Tim Asesor AMI LPM Dr. Dwi Santy Damayanti menyatakan bahwa pengembangan RPS berbasis OBE masih berproses penyempurnaan dalam pernerapannya di universitas. Menurut dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UINAM itu, AMI merujuk pada beberapa hal, yang paling umum adalah Audit Mutu Internal di lingkungan perguruan tinggi, yang merupakan proses terstruktur untuk memastikan kegiatan sesuai standar dan meningkatkan kualitas. Evaluasi pemenuhan standar untuk memastikan semua program studi di UINAM menjalankan proses pembelajaran dengan konsisten, efektif dan efisien dilaksanakan melalui penilaian Audit Mutu Internal (AMI) secara periodik setiap 1 tahun sekali.

‘Proses AMI dijalankan secara sistematik, mandiri, dan objektif, dengan tujuan mengetahui kesesuaian atau ketidaksesuaian terhadap persyaratan sistem manajemen mutu dan regulasi yang berlaku mengevaluasi kapabilitas serta efektivitas penerapan sistem tersebut, dan mengidentifikasi peluang perbaikan yang dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,”Jelas Santi. Tahapan pelaksanaan AMI mencakup perencanaan, pelaksanaan audit, pemeriksaan/evaluasi, dan tindak lanjut atas temuan audit. UINAM menekankan bahwa tindak lanjut yang sistematis merupakan kunci keberhasilan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran secara berkelanjutan. Pelaksanaan AMI tidak hanya bersifat formalitas untuk pemenuhan syarat administratif, namun hasilnya dapat menjadi suatu early warning system yang bermanfaat untuk pemantauan capaian kinerja dan peningkatan perbaikan secara nyata.

UINAM memiliki kurang lebih 200 Auditor Akademik Internal aktif yang bekerja secara independen dan memberikan pendapat atas kewajaran laporan evaluasi diri yang diauditnya sesuai lingkup audit yang telah ditetapkan dengan tujuan memberikan ruang peningkatan.

Dr. Muhammad Taufik, S.S,M.Hum., Farid Ahlul Qori